PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MIKRO

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran mikro secara teknis bertolak dari asumsi bahwa keterampilan-keterampilan mengajar yang kompleks itu dapat terbagi menjadi unsur-unsur keterampilan yang lebih kecil. Masing-masing keterampilan dapat dilatihkan jauh lebih efektif dan efisien, apabila dibandingkan dengan pendekatan lain yang dilakukan secara global.

Melalui pembelajaran mikro, pembentukan keterampilan dapat dilakukan secara sistematik mulai dari pemahaman, perencanaan, observasi sampai dengan peragaan untuk kemudian diteruskan dengan latihan yang berjenjang (latihan terbatas).

Keterampilan dasar mengajar merupakan suatu keterampilan yang menuntut latihan terprogram untuk dapat menguasainya. Agar kegiatan latihan keterampilan dasar mengajar yang dilakukan melalui pendekatan pembelajran mikro dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang optimal maka tentu saja diperlukan perencanaan yang matang.

Dengan telah dipahaminya perencanaan pembelajaran secara utuh, maka akan memudahkan untuk melakukan proses adaptasi dalam membuat perencanaan pembelajaran secara umum, dan khususnya untuk kepentingan pembelajaran mikro, atau untuk kepentingan model pembelajaran lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian perencanaan pembelajaran secara umum dan aplikasinya untuk kepentingan pembelajaran mikro

2. Prinsip-prinsip pembuatan perencanaan pembelajaran secara umum dan aplikasinya untuk pembelajaran mikro

3. Format perencanaan pembelajaran dan format observasi pembelajaran mikro

1.3 Tujuan

1. Memahami pengertian perencanaan pembelajaran secara umum dan aplikasinya untuk kepentingan pembelajaran mikro.

2. Mengidentifikasi prinsip-prinsip pembuatan perencanaan pembelajaran secara umum dan aplikasinya untuk pembelajaran mikro.

3. Membuat atau mengembangkan salah satu model format perencanaan pembelajaran dan aplikasinya untuk format pembelajaran mikro.

1.4 Metode Penyusunan

Dalam penyusunan makalah mengenai “Perencanaan Pembelajaran dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Mikro” ini kami menggunakan metode studi pustaka.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian, Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pembelajaran dan Aplikasinya dalam Pembuatan Pembelajaran Mikro

A. Pengertian

Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang akan ditentukan (Gaffar,1987). Perencanaan merupakan proses penetapan dan pemanfaatan sumber-sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.

Fungsi perencanaan secara umum meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, berapa waktu yang akan dibutuhkan, berapa orang yang diperlukan dan berapa biayanya.

Melalui perencanaan yang telah dibuat, dapat terbayangkan tujuan yang ingin dicapai, aktivitas atau proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, saran dan fasilitas yang diperlukan, hasil yang akan didapat, bahkan faktor kendala maupun unsur pendukung juga sudah dapat diantisipasi.

Perencanaan pembelajaran mikro, yaitu membuat perencanaan atau persiapan untuk setiap jenis keterampilan mengajar yang akan dilatihkan. Unsur-unsur perencanaan meliputi, menentukan tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.

Dalam membuat perencanaan pembelajaran mikro, unsur-unsur yang digunakan sama dengan unsur-unsur perencanaan pembelajaran secara umum. Perbedaannya yaitu disesuaikan dengan karakteristik pembelajarn mikro, yaitu setiap unsur perencanaan tersebut disederhanakan, dan ada penekanan terhadap jenis keterampilan apa yang akan dilatihkan.

B. Unsur-unsur Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah proses memproyeksikan dari setiap komponen pembelajaran. Menurut Ralph W. Tyler (1975) komponen-komponen pembelajaran tersebut meliputi empat unsur yaitu: tujuan, bahan ajar, metode, dan evaluasi.

Keempat komponen pembelajaran tersebut apabila digambarkan dalam bentuk bagan akan membentuk suatu sistem sebagai berikut.

1. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran , yaitu gambaran perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, baik dari segi pengetahuan keterampilan dan sikap.

Tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional berisi rumusan pertanyaan mengenai kemampuan atau kualifikasi tingkah laku yang diharapkan dimiliki/dikuasai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

Yang harus diperhatikan guru dalam membuat tujuan khusus atau indikator pembelajaran adalah :

1. Guru harus memperhatikan silabus/kurikulum yang berlaku sebagai pedoman dalam menjabarkan tujuan.

2. Guru harus memahami tipe-tipe hasil belajar.

3. Guru harus memahami cara merumuskan tujuan pembelajaran sampai tujuan tersebut jelas isinya dan dapat dicapai oleh siswa setelah setiap proses pembelajaran berakhir.

2. Isi Pembelajaran (Materi Pembelajaran)

Materi harus direncanakan dan dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Materi pembelajaran harus disusun secara sistematik berdasarkan skuensinya dan diorientasikan pada upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Kriteria dalam merumuskan dan mengembangkan bahan pembelajaran diantaranya:

a. Bahan harus shahih (valid) dan berarti (significant) sesuai dengan pembangunan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

b. Bahan harus relevan dengan sosial siswa.

c. Bahan harus mengandung kesinambungan antara kedalaman dan keluasan.

d. Bahan pelajaran harus mencakupberbagai ragam tujuan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap. (S. Nasution, 1986:69)

3. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran harus menggambarkan aktivitas siswa, karena pada hakikatnya yang belajar itu adalah siswa, guru hanya sebagai fasilisator. Maka guru harus merancang kegiatan pembelajaran dengan sistematis, efektif, efisien, serta berorientasi pada tujuan pembelajaran.

Dalam perencanaan pembelajaran kegiatan belajar mengajar harus dirumuskan secara jelas dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Kegiatan pembelajaran harus berorientasikan pada tujuabn pembelajaran khusus atau indikator pembelajaran yang ditetapkan.

b. Kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan secara sistematis.

c. Kegiatan pembelajaran harus efektif dan efisien.

d. Kegiatan pembelajaran harus fleksibel.

e. Kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan siswa.

f. Kegiatan pembelajaran harus memperhatikan dengan alat/fasilitas yang tersedia.

g. Kegiatan pemelajaran harus dapat mengembangkan kemampuan siswa baik dari segi pengetahuan , keterampilan dan sikap.

h. Penggunaan metode mengajar harus disesuaikan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

i. Kegiatan pembelajaran harus menggambarkan atau mendeskripsikan tentang materi yang akan digunakan dan memberikan peluang untuk memungkinkan siswa belajar aktif.

4. Evaluasi

Evaluasi pembelajaran dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran meliputi evaluasi awal pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, dan evaluasi akhir pembelajaran.

Evaluasi juga berfungsi sebagai dasar diagnosis belajar siswa yang dilanjutkan dengan bimbingan atau untuk pemberian pengayaan. Dalam melaksanakan evaluasi aspek-aspek pokok yang harus diperhatikan meliputi : a) Tujuan evaluasi, b) Bentuk dan jenis evaluasi yang digunakan.

Kriteria evaluasi dalam perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a. Evaluasi harus berorientasi pada tujuan pembelajaran.

b. Evaluasi harus berdasarkan pada pengembangan kegiatan pembelajaran.

c. Evaluasi harus memperhatikan waktu yang tersedia.

d. Evaluasi harus memungkinkan ada kegiatan tindak lanjut.

e. Evaluasi harus memberikan umpan balik.

f. Evaluasi harus berdasarkan pada bahasan materi.

C. Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran sebagai suatu proyeksi kegiatan yang akan dilakukan oleh gurudan siswa dalam proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran memiliki fungsi yang amat penting sebagai pedoman operasional pembelajaran.

Tujuan dan manfaat perencanaan pembelajaran antara lain adalah :

1. Sebagai landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan.

2. Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek.

3. Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem, memberi pengaruh terhadap perkembangan individu siswa

4. Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturant effect.

D. Aplikasi dalam Perencanaaan Pembelajaran Mikro

Perencanaan pembelajaran untuk pembelajaran mikro sesuai dengan ketentuan perencanaan pembelajaran pada umumnya, hanya dibuat lebih sederhana sesuai dengan karakteristik pembelajaran mikro itu sendiri. Fungsi perencanaan pembelajaran mikro adalah sebagai pedoman pokok bagi calon guru atau para calon guru yang akan melaksanakan kegiatan latihan melalui pembelajaran mikro. Dengan demikian setiap yang berlatih mengajar dalam prosesnya harus didasarkan pada perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

2.2 Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran dan Aplikasinya dalam Membuat Perencanaan Pembelajaran Mikro

A. Pengertian

Pembuatan perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah mengembangkan dari setiap komponen pembelajaran, yaitu mengembangkan tujuan, materi, atau isi, metode dan media serta evaluasi.

Prinsip pembelajaran merupakan kaidah, hukum, atau ketentuan-ketentuan yang harus dijadikan patokan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Penyusunan perencanaan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip yang ditetapkan, maka akan menghasilkan suatu perencanaan pembelajaran.

B. Prinsip-prinsip Perencanaan

Pada pokoknya prinsip-prinsip dalam pembuatan perencanaan pembelajaran antara lain :

1. Memperhatikan karakteristik anak

Dalam perencanaan pembelajaran (desain instruksional) harus memperhatikan kondisi yang ada dalam diri siswa dan kondisi yang ada di luar diri siswa (Gagne, 1979:13)

2. Berorientasi pada kurikulum yang berlaku

Perencanaan yang dibuat oleh guru seperti dalam bentuk silabus maupun dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun dan dikembangkan berdasarkan pada kurikulum yang berlaku.

3. Sistematika kegiatan pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran dikembangkan secara sistematis dengan mempertimbangkan urutan dari yang mudah menuju yang lebih sulit, dari yang bersifat sederhana menuju yang lebih kompleks.

4. Melengkapi perencanaan pembelajaran

Yaitu dengan menambah instrumen-instrumen pembelajaran, misalnya lebar kerja siswa, format isian, lembar catatan tertentu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

5. Bersifat fleksibel (dinamis)

Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat berlangsungnya pembelajaran.

6. Berdasarkan pendekatan sistem

Artinya setiap unsur perencanaan pembelajaran yang dikembangkan harus merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dan memiliki keterpaduan.

Ada empat prinsip lain yang harus dipenuhi dalam pembuatan perencanaan pembelajaran, diantaranya:

1. Spesifik

Selain memenuhi setiap prinsip perencanaan pembelajaran yang telah dibahas sebelumnya, juga perencanaan tersebut dibuat secara khusus. Kekhususan ini terutama dikaitkan dengan setiap kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa.

Dalam setiap perencanaan selain berisi rumusan setiap komponen perencanaan pembelajaran juga ada penambahan kekhususan yaitu jenis keterampilan mengajar yang akan dilatihkan.

2. Operasional

Yaitu rumusan setiap unsur dalam perencanaan pembelajaran dirumuskan dengan bahasa yang operasional dan terstruktur. Operasionalisasi ini terutama berkaitan dengan perilaku yang harus dicapai atau dikembangkan.

3. Sistematis

Yaitu penyusunannya dilakukan secara logis dan berurutan dari mulai identitas mata pelajaran sampai kegiatan evaluasi.

4. Jangka pendek

Setiap perencanaan pembelajaran dibuat untuk setiap kali pertemuan atau latihan yang akan dilakukan .

2.3 Prosedur Pembuatan Perencanaan Pembelajaran dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Mikro

A. Pengertian

Perencanaan merupakan proyeksi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Perencanaan bukan hanya untuk melengkapi kepentingan yang bersifat administrative saja melainkan sebagai pedoman oparional dlam melaksanakan pembelajaran. Menyusun perencanaan pembelajaran selain harus memperhatikan prinsip-prinsip yang bersifat umum juga harus disesuaikan untuk kepentingan apa perencanaan itu dibuat.

B. Langkah-langkah Pembuatan Perencanaan Pembelajaran

Dalam peraturan pemerintah (PP No. 19 tahun 2005) tentang standar Nasional pendidikan dijelaskan “Setiap satuan pendidikan melakukan proses perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien “ (Bab IV pasal 19 ayat 3).

Jenis –jenis perencanaan pembelajaran selajutnya dalam Bab IV pasal 20 dijelaskan “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang emmuat sekurang-kurangbya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengejaran, sumber belajar, dan penilain hasil belajar.”

Perencanaan pembelajaran tersebut dikategorikan kedalam dua bentuk yaitu silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Unsur-unsur yang harus ada dalam setiap perencanaan yaitu :

Tujuan, materi, metode, sumber dan penilaian hasil belajar. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut :

1. Tuliskan identitas mata pelajaran antara lain :

Nama mata pelajaran, pokok bahasan / sub pokok bahasan, kelas, semester, waktu dan lain sebagainya sesuai kebutuhan.

2. Tuliskan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator.

3. Materi pembelajaran. Mengembangkan materi yang harus diajarkan untuk mencapai indikator yang telah ditetapkan.

4. Kegiatan pembelajaran. Merumuskan kegiatan-kegiatan atas pengalaman pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam melakukan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

5. Menentukan alat, media, dan sumber rujukan. Yaitu menentukan alat / media pembelajaran yang akan digunakan untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran secara efektif dan efisien.

6. Menentukan prosedur evaluasi. Yaitu merumuskan prosedur, bentuk dan jenis evaluasi yang akan dilakukan untuk mengukur hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam evaluasi harus memperhatikan prinsip evaluasi yaitu validitas dan reliabilitasnya agar memperoleh informasi yang akurat dari hasil pembelajaran yang telah dicapai oleh siswa.

C. Aplikasi dalam Membuat Perencanaan Pembelajaran Mikro

Pembelajaran mikro mengajar yang sebenarnya yang dilakukan dalam kelas khusus yang dirancang untuk kepentingan latihan mengajar, maka tentu saja perencanaan pembelajarannya dibuat sesuai dengan kaidah prosedur pembuatan perencanaan pembelajaran yang berlaku untuk kepentingan pembelajaran biasa. Satu hal yang membedakan antara rencana pembelajaran mikro dan rencana pembelajaran biasa, untuk rencana pembelajaran mikro ditambah satu komponen yaitu “ Tujuan Latihan Pembelajaran Mikro”.

Sebagai alat kontrol untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta yang telah berlatih, dalam pembelajaran mikro dilengkapi oleh seperangkat alat / instrumen lain, yaitu pedoman observasi. Rumusan pedoman observasi berbeda-beda antara pedoman observasi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disesuaikan dengan setiap jenis keterampilan dasar mengajar yang dilatihkan. Pedoman observasi dipegang oleh observer yang bertugas mengamati penampilan perserta yang berlatih. Pihak observer adalah mereka yang dianggap sudah memiliki pengalaman lebih sehingga dapat memberikan penilaian secara objektif untuk dijadikan masukan / balikan bagi peserta yang berlatih.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Fungsi perencanaan secara umum meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, berapa waktu yang akan dibutuhkan, berapa orang yang diperlukan dan berapa biayanya.

Melalui perencanaan yang telah dibuat, dapat terbayangkan tujuan yang ingin dicapai, aktivitas atau proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, saran dan fasilitas yang diperlukan, hasil yang akan didapat, bahkan faktor kendala maupun unsur pendukung juga sudah dapat diantisipasi.

Perencanaan pembelajaran mikro, yaitu membuat perencanaan atau persiapan untuk setiap jenis keterampilan mengajar yang akan dilatihkan. Unsur-unsur perencanaan meliputi, menentukan tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.

Perencanaan pembelajaran adalah proses memproyeksikan dari setiap komponen pembelajaran. Menurut Ralph W. Tyler (1975) komponen-komponen pembelajaran tersebut meliputi empat unsur yaitu: tujuan, bahan ajar, metode, dan evaluasi.

Tujuan pembelajaran adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran , yaitu gambaran perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, baik dari segi pengetahuan keterampilan dan sikap.

Materi harus direncanakan dan dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Materi pembelajaran harus disusun secara sistematik berdasarkan skuensinya dan diorientasikan pada upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran harus menggambarkan aktivitas siswa, karena pada hakikatnya yang belajar itu adalah siswa, guru hanya sebagai fasilisator. Maka guru harus merancang kegiatan pembelajaran dengan sistematis, efektif, efisien, serta berorientasi pada tujuan pembelajaran.

Evaluasi pembelajaran dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran meliputi evaluasi awal pembelajaran, evaluasi proses pembelajaran, dan evaluasi akhir pembelajaran.

Evaluasi juga berfungsi sebagai dasar diagnosis belajar siswa yang dilanjutkan dengan bimbingan atau untuk pemberian pengayaan. Dalam melaksanakan evaluasi aspek-aspek pokok yang harus diperhatikan meliputi : a) Tujuan evaluasi, b) Bentuk dan jenis evaluasi yang digunakan.

Prinsip pembelajaran merupakan kaidah, hukum, atau ketentuan-ketentuan yang harus dijadikan patokan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Penyusunan perencanaan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip yang ditetapkan, maka akan menghasilkan suatu perencanaan pembelajaran.

Prinsip-prinsip pokok dalam pembuatan perencanaan pembelajaran antara lain :

1. Memperhatikan karakteristik anak

2. Berorientasi pada kurikulum yang berlaku

3. Sistematika kegiatan pembelajaran

4. Melengkapi perencanaan pembelajaran

5. Bersifat fleksibel (dinamis)

6. Berdasarkan pendekatan sistem

Prinsip-prinsip lain yang harus dipenuhi dalam pembuatan perencanaan pembelajaran, diantaranya:

1. Spesifik

2. Operasional

3. Sistematis

4. Jangka pendek

Langkah-langkah yang ditempuh dalam membuat perencanaan pembelajaran

1. Tuliskan identitas mata pelajaran antara lain :

2. Tuliskan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator.

3. Materi pembelajaran

4. Kegiatan pembelajaran

5. Menentukan alat, media, dan sumber rujukan

6. Menentukan prosedur evaluasi.

DAFTAR PUSTAKA

Sukirman, dadang. 2006. Pembelajaran Mikro. Bandung: UPI Press.

http://www.google.com

About these ads

3 thoughts on “PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MIKRO

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s